"Selamat Datang... Demi Perkembangan Blog Ini di Mohon Mengisi Form Komentar"

Friday, August 7, 2009

Jendral TNI AD Gatot Subroto



Jendral Gatot Subroto dilahirkan di Banyumas, pada tanggal 10 Oktober tahun 1909. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan watak seorang pemimpin. Pengalaman tidak manis pernah dialaminya ketika masih bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Waktu itu, dia berkelahi dengan seorang anak Belanda. Akhirnya dia pun dikeluarkan dari sekolah tersebut. Hal inimenunjukkan bahwa beliau sejak dulu mempunyai watak yang tegas dan berani. Saat otidak ada satu prang pun yang berani menantang anak belanda, beliau berani berkelahi dengannya. Dan hal ini cukup membuktikan bahwa beliau tidak mau harga dirinya diinjak injak oleh Belanda. Setelah dikelaurkan dari situ, beliau melanjutkan ke sekolah Holands Inlandse School (HIS). Dari sana, dia akhirnya menyelesaikan pendidikan formalnya. Namun setamat HIS, dia memilih tidak meneruskan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi, tetapi bekerja sebagai pegawai. Pada tahun 1923, beliau keluar dari pekerjaannya dan masuk sekolah militer di Magelang. Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Gatot pun menjadi anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda) hingga akhir pendudukan Belanda di Indonesia.
Ketika Perang Dunia ke II bergolak, pasukan Belanda berhasil ditaklukkan pasukan Jepang. Indonesia yang sebelumnya merupakan daerah pendudukan Belanda beralih jadi kekuasaan pemerintah Kerajaan Jepang. Pada masa Pendudukan Jepang ini, Gatot pun langsung mengikuti pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Tamat dari pendidikan Peta, dia diangkat pemerintah Jepang menjadi komandan kompi di Sumpyuh, Banyumas dan tidak berapa lama kemudian dinaikkan menjadi komandan batalyon.
Namun hal itu tidak membuat beliau berpihak pada tentara Jepang. Rasa nasionalisme beliau sangat tinggi terhadap Republic Indonesia. Keikutsertaannya hanya sebatas pekerjaan yang lumrah saja. Beliau tetap berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Perlakuan beliau itu membuat beliau sering mendapat teguran dari atasannya. Namun beliau tidak takut dan tetap memperhatikan nasib dan kepentingan rakyat kecil. Bahkan beliau rela gajinya diberikan untuk rakyat kecil. Hal ini sudah menunjukkan bahwa beliau memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Gatot langsung masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kemudian berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan kemerdekaan RI atau pada masa Perang Kemerdekaan yakni antara tahun 1945-1950, dia dipercayai memegang beberapa jabatan penting. Salah satunya adlaah pernah dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya. Pada saat beliau bertugas di Surakarta dan sekitarnya, tahun 1948, beliau berhasil menumpas pemberotanakn PKI atau Partai Komunis Indonesia.
Setelah banyak terjadi peristiwa dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda, pengakuan kedaulatan republik ini pun berhasil diperoleh. Pasca pengakuan kedaulatan itu, Gatot Subroto semakin dipercaya mengemban tugas yang lebih tinggi. Dia diangkat menjadi Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV I Diponegoro. Tahun 1953, beliau diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Di kalangan militer, beliau dikenal sebagai seorang pimpinan yang mempunyai perhatian besar terhadap pembinaan perwira muda. Akhirnya beliau menggagaskan terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), yang berfungsi untuk membina para pemuda pilihan bangsa.
Tentara yang aktif dalam tiga zaman ini pernah menjadi Tentara Hindia Belanda (KNIL) pada masa pendudukan Belanda, anggota Pembela Tanah Air (Peta) pada masa pendudukan Jepang dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah kemerdekaan Indonesia serta turut menumpas PKI pada tahun 1948. Ia juga menjadi penggagas terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
Gatot Subroto akhirnya meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962. Sang Jenderal ini dimakamkan di desa Mulyoharjo, Ungaran, Yogyakarta. Atas jasa-jasanya yang begitu besar bagi negara, Jenderal Gatot Subroto dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang dikuatkan dengan SK Presiden RI No.222 Tahun 1962, tgl 18 Juni 1962.


Nama : Jenderal TNI AD Gatot Subroto

Lahir:Banyumas, 10 Oktober 1909

Meninggal dunia:Jakarta, 11 Juni 1962

Dimakamkan:Desa Mulyoharjo, Ungaran, Yogyakarta

Pendidikan Formal:- Europeesche Lagere School (ELS) (dikeluarkan)- Holands Inlandse School (HIS)Pendidikan Militer:- Sekolah militer di Magelang (1923)- Pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta) - Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNIPengalaman Pekerjaan:- Pegawai Pemerintah (ditinggalkan)Pengalaman Tugas:- Anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda), - Komandan kompi di Sumpyuh, Banyumas- Komandan batalyon- Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya (1945-1950)- Panglima Tentara & Teritorium (T &T) IV I Diponegoro- Tahun 1953, mengundurkan diri dari dinas militer tapi diaktifkan kembali dan diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Tanda Penghormatan:Pahlawan Kemerdekaan Nasional




1 comment:

  1. Desa Mulyoharjo, Ungaran, Yogyakarta, yang benar Desa Mulyoharjo, Ungaran, Semarang ( aku lihat makamnya sendiri)

    ReplyDelete

There was an error in this gadget

Followers

Sumber Pengunjung yg Telah Membaca Blog ini

Pengunjung Sedang On-line
Total Pengunjung
Bunga-Bangsa.Blogspot.Com
There was an error in this gadget