"Selamat Datang... Demi Perkembangan Blog Ini di Mohon Mengisi Form Komentar"

Friday, September 4, 2009

DI Panjaitan


DI Panjaitan.
DI Panjaitan bernama lengkap Donald Isaac Panjaitan. Beliau lahir di Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925. Beliau menamatkan Sekolah Dasar, kemudian masuk Sekolah Menengah Pertama, dan terakhir di Sekolah Menengah Atas. Ketika ia tamat Sekolah Menengah Atas, Indonesia sedang dalam pendudukan Jepang. Sehingga ketika masuk menjadi anggota militer ia harus mengikuti latihan Gyugun. Selesai latihan, ia ditugaskan sebagai anggota Gyugun di Pekanbaru, Riau hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Di TKR, beliau mengawali kariernya sebagai komandan batalyon, selanjutnya ia sering berpidah tugas. Setelah Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan, ia diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara & Teritorial (T&T) I/Bukit Barisan di Medan. Ia juga pernah bertugas sebagai Atase Militer di Bonn, Jerman.
Seiring dengan berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, Indonesia pun memperoleh pengakuan kedaulatan. Panjaitan sendiri kemudian diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan. Selanjutnya dipindahkan lagi ke Palembang menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya.
Setelah mengikuti kursus Militer Atase (Milat) tahun 1956, ia ditugaskan sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Ketika masa tugasnya telah berakhir sebagai Atase Militer, ia pun pulang ke Indonesia. Tahun 1962, perwira yang pernah menimba ilmu pada Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat ini, ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Jabatan inilah terakhir yang diembannya saat peristiwa G 30/S PKI terjadi.
Ketika menjabat Asisten IV Men/Pangad, ia mencatat prestasi tersendiri atas keberhasilannya membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI. Dari situ diketahui bahwa senjata-senjata tersebut dimasukkan ke dalam peti-peti bahan bangunan yang akan dipakai dalam pembangunan gedung Conefo (Conference of the New Emerging Forces). Senjata-senjata itu diperlukan PKI yang sedang giatnya mengadakan persiapan melancarkan pemberontakan. Karenanya, dia juga salah satu perwira di jajaran TNI AD yang tidak menyukai PKI sekaligus yang menolak pembentukan Angkatan Kelima yang terdiri atas buruh dan tani sesuai rencana PKI. Dan karena itulah dirinya dimusuhi dan dibunuh oleh PKI.
Pada malam 30 September atau pagi dinihari tanggal 1 Oktober 1965 beliau diculik oleh sekelompok berpakaian Pengawal Presiden yang kemudian diketahui adalah pasukan PKI. Namun karena loyalitasnya pada pimpinan tertinggi militer, Presiden Soekarno, ia pun berangkat namun terlebih dahulu berpakaian resmi. Sebelum memasuki mobilnya, dengan berdiri di samping mobil ia lebih dulu memohon doa kepada Tuhan. Namun belum selesai menutup doanya, pasukan PKI sudah memberondongnya dengan peluru. Beliau gugur sebagai Pahlawan Revolusi, kemudian dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, pangkatnya yang sebelumnya masih Brigadir Jenderal kemudian dinaikkan satu tingkat menjadi Mayor Jenderal.

Nama:Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan
Lahir:Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925

Meninggal:Jakarta, 1 Oktober 1965

Dimakamkan:Taman Makam Pahlawan Kalibata

Agama:Kristen

Pendidikan Formal:

- Sekolah Dasar

- Sekolah Menengah Pertama

- Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer:Latihan Gyugun
Pendidikan Lain:

- Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956

- Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat

Karier Militer:

- Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962

- Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat

- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang

- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan

- Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

- Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera

- Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi, tahun 1948

- Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

- Anggota Gyugun Pekanbaru, Riau

Prestasi:

- Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

- Membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI

Tanda Kehormatan:Pahlawan Revolusi

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

Followers

Sumber Pengunjung yg Telah Membaca Blog ini

Pengunjung Sedang On-line
Total Pengunjung
Bunga-Bangsa.Blogspot.Com

Comments